Tuesday, January 30, 2007

Warisan Dunia Tersimpan
di Ketinggian Muller

KERAGAMAN Nusantara semakin terbukti dengan hasil ekspedisi tim Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) pada 2003-2005 di Pegunungan Muller, Kalimantan Tengah, yang mengungkap khasanah keanekaragaman flora dan fauna yang luar biasa.

Di Bukit Batikap di Kabupaten Murung Raya misalnya, terdapat keunikan flora fauna yang melimpah.

Lalu, di daerah hulu Sungai Busang, tim juga menemukan habitat kupu-kupu yang indah. Kekayaan flora dan fauna juga ditemukan di Gunung Laut yang dianggap sakral bagi masyarakat lokal penganut kepercayaan lokal kaharingan.

Kawasan itu, tutur Endang Sukara, Deputi Ilmu Pengetahuan Hayati LIPI, tim ekspedisi LIPI menemukan 1.200 jenis tumbuhan, 159 jenis burung, 24 jenis kupu-kupu, 282 jenis ngengat, 17 jenis reptil, 11 jenis amfibi, 41 jenis invertebrata gua, dan 82 jenis ikan.

Di sana juga ditemukan 15 jenis mamalia besar, 40 jenis tumbuhan, sembilan jenis ikan, dan 10 burung yang merupakan jenis endemik Kalimantan.

Yayuk R. Suhardjono, peneliti Bidang Zoologi dari Pusat Penelitian Biologi LIPI, mengatakan eksplorasi ekspedisi Muller di sekitar gua-gua hutan Kalimantan tahun lalu sudah dicoba, tetapi gagal.

Tahun ini untuk pertama kali tim berhasil melakukan ekspedisi di Tumbang Topus.

Tumbang Topus termasuk Kecamatan Sumber Barito, yang merupakan desa terujung dari Hulu Sungai Barito. Ada beberapa gua yang diekplorasi di kawasan tersebut, yiatu Puruk, Silam, Kholiq, Hajuq, Danau, Ponot, Tukak, Heruwin, Hintan, Hipoy, Kape Boruk, Samali, serta Pandan.

Di gua-gua tersebut ada Sungai Ponot yang indah. Alirannya terpecah menjadi dua, yang mengalir masuk ke dalam gua. Panjangnya sekitar 4 km.

Keindahan semakin menyeruak ketika menyaksikan ukiran alami yang menghias ornamen dinding gua.

Di sana, Yayuk mendeskripsikan ditemukan tetesan air mengalir di permukaan dinding gua sehingga endapannya membentuk seperti aliran air yang membeku.

Lalu, aliran air yang mengalir di dinding gua yang mencapai lantai gua membentuk kolam-kolam kecil dengan air yang jernih. Di sana juga ditemukan air terjun yang bertingkat.

Gua-gua itu amat tepat dieksplorasi menjadi potensi ekonomi jika dijadikan objek wisata karena keindahannya yang tiada tara. Selain itu, gua-gua di Tumbang Tapus banyak ditemukan sarang burung walet.


Keragaman fauna

Belum lagi keanekaragaman faunanya. Di Liang Hajuq ditemukan 165 spesimen (bagian dari kelompok). Lalu di Liang Koliq ada 82 spesimen, serta Liang Silam atau Puruk ditemukan 52 spesimen. Liang Hajuq punya lorong panjang yang dialiri sungai dan lorong fosil yang sudah tak dialiri sungai.

Di perairan Pegunungan Muller juga ditemukan kekayaan ikan yang melimpah. Di sekitar perairan Bukit Batikap misalnya. Di sana ditemukan 48 jenis ikan. Lalu di Gunung Lumut terdapat 42 jenis dan ada 46 jenis di Sapathawung.

Dari berbagai jenis ikan yang ditemukan, 70% ikan konsumsi, sisanya ikan hias.

Haryono, peneliti Zoologi dari Puslit Biologi LIPI, mengatakan di antara ikan konsumsi yang potensial untuk dibudidayakan adalah ikan sapan, lomi, salap, kaloi, kujut, pomot, dongan, dan tapah.

Pegunungan Muller akan diusulkan menjadi warisan alam dunia ke United Nations Educational Scientific and Cultural Organization (UNES CO) karena potensi kekayaan flora dan faunanya.

Apalagi, kawasan tersebut adalah salah satu dari sedikit hutan tropis di Kalimantan yang masih tersisa. Di sana terdapat habitat penting bagi kehidupan keanekaragaman flora dan fauna, serta merupakan menara air Borneo (hulu dari berbagai sungai besar di Kalimatan). Wajar jika ekspedisi Pegunungan Muller menarik perhatian dunia. Itu terbukti dengan banyaknya pakar yang ingin ikut ekspedisi tersebut.

M. Yamin Panca Setia


Comments: Post a Comment

Subscribe to Post Comments [Atom]





<< Home

This page is powered by Blogger. Isn't yours?

Subscribe to Posts [Atom]