Sunday, January 28, 2007
Proyek Jalan Lintas
Terbentur Soal Dana
Dalam perencanaanya, pada tahun 2006 ini, pemerintah menargetkan pembangunan sejumlah proyek jalan seperti jalan lintas timur Sumatera (jalintim), pantai utara (pantura) Jawa, Surabaya-Madura (suramadu), jalan lintas Selatan Kalimantan, serta jalan lintas barat Sulawesi. Namun, pemerintah menghadapi kendala dana.
Berdasarkan data yang didapat dari Departemen Pekerjaan Umum, proyek jalintim Sumatera membutuhkan dana sebesar Rp1,106 triliun. Sementara dana yang tersedia hanya Rp550,6 miliar. Seperti diketahui, jalan lintas timur Sumatera sepanjang 2.568 km mengalami kerusakan parah sepanjang 379 km. Untuk memperbaikinya, diperlukan biaya sebesar Rp2,056 triliun dari tahun 2006 hingga tahun 2008.
Fokus perbaikan di jalur lintas timur Sumatera ada Bujuk Tenuk – Pematang Panggang (rekonstruksi) di Lampung sepanjang 40 km dengan kebutuhan dana sekitar Rp120 miliar.
Sementara jalur di Palembang – Batas Jambi (rekontruksi) sepanjang 44 km, dibutuhkan dana sekitar Rp132 miliar. Kemudian untuk pemeliharaan lintas timur di Nanggro Aceh Darussalam (NAD) sepanjang 149 km, diperkirakan membutuhkan dana sekitar Rp134,1 miliar.
Untuk wilayah Pantura yang total lintasannya sepanjang 1.400 km, dibutuhkan dana sebesar Rp1,162,8 triliun. Sementara dana yang tersedia hanya sebesar Rp348,5 miliar.
Di lintasan tersebut, sepanjang 362,5 km dan 43,9 km rusak berat. Dibutuhkan Rp3,455 triliun untuk 2006 hingga 2008. Untuk tahun 2006, dibutuhkan dana sebesar Rp814,3 miliar (APBN-P).
Fokus perbaikan pada pantura adalah penyelesaian pelebaran Pamanukan-Lohbener di Jawa Barat sepanjang 14 km dengan kebutuhan dana sekitar Rp75 miliar. Kemudian melanjutkan pelebaran jalur Tegal – Pemalang – Pekalongan sepanjang 30 km, pemeliharaan peningkatan Losari – Pekalongan dan Semarang – Demak sepanjang 92 km, dan pelebaran dari 6 ke 7 ruas Pati Rembang – Bulu sepanjang 70 km, di Jateng dengan kebutuhan dana sekitar Rp386,4 miliar.
Untuk jalur Bulu – Tuban – Widang di Jawa Timur sepanjang 81 km, dibutuhkan dana sekitar Rp121,5 miliar. Sementara untuk penggantian beberapa jembatan yang sudah tua sepanjang 923 meter, diperkirakan membutuhkan dana sektiar Rp110,7 miliar. Beberapa jembatan Calender Hamilton (CH) telah mengalami penurunan kapasitas akibat sumur pemakaian yang telah melewati usia 30 tahun.
Pembiayaan proyek jalan tol suramadu, pemerintah memperkirakan membutuhkan dana Rp383 miliar. Dana yang tersedia Rp83,1 miliar. Kebutuhan penyelesaian cuaseway dan jalan pendekat Rp1,3 triliun dan baru teralokasi hingga tahun 2006 sebesar Rp143 miliar sehingga masih kurang sebesar Rp1,157 triliun.
Pemerintah telah mengajukan usulan alokasi APBN-P untuk Suramadu sebesar Rp311,5 miliar. Apabila alokasi dana APBN-P tahun 2006 dapat dipenuhi, maka masih diperlukan dana sebesar Rp469 miliar untuk tahun 2007 dan 2008. Jalan lintas selatan Kalimantan pada tahun 2006 membutuhkan dana sebesar Rp758,4 miliar. Sementara dana yang tersedia sebesar Rp405,4 miliar.
Poros jalur sepanjang 2.853 km, mengalami kerusakan parah sepanjang 284,9 km, dan rusak ringan sepanjang 512,3 km. Untuk memperbaiki dibutuhkan biaya Rp2,234 triliun pada tahun 2006 hingga 2008. Untuk penanganan mendesak dibutuhkan dana sebesar Rp353 miliar yang diusulkan lewat APBN-P.
Di jalur tersebut, fokus perbaikan di jalur Pontianak – Tayan – Aur Kuning – Batas Kalimantan Tengah dan Kalimantan Barat sepanjang 42 km, dengan kebutuhan dana sekitar Rp126 miliar.
Peningkatan lintas selatan di Kalimantan tengah sepanjang 93 km butuh dana sekitar Rp139,5 miliar, dan peningkatan jalan Sp Empat – Rantau – Batulicin yang rusak akibat angkutan berat batu bara di Kalimantan Selatan sepanjang 23 km, dengan kebutuhan dana sekitar Rp69 miliar.
Sementara perbaikan longsoran pada ruas Balikpapan – Samarinda – Tanjung Selor di Kalimantan Timur sepanjang 79 km, dibutuhkan dana sekitar Rp237 miliar.
Sementara perbaikan jalan lintas barat Sulawesi dibutuhkan dana sebesar 218,8 miliar, sementara dana yang tersedia Rp175 miliar.
Lintasan sepanjang 1.797 km tersebut sepanjang 387 km rusak berat, dan 314,6 km mengalami rusak ringan. Untuk perbaikan dibutuhkan dana sekitar Rp2,417,8 triliun dari 2006 hingga 2008.
Rencananya, pemerintah akan memperbaiki jalur Karosa – Pasangkayu – batas Sulawesi Tengah di Sulawesi Barat sepanjang 95 km dengan kebutuhan dana sekitar Rp85,5 miliar. Toli toli – Buol – Umu di Sulawesi Tengah sepanjang 98 km dengan kebutuhan dana sekitar Rp88,2 miliar, serta Tumpaan – Manado di Sulawesi Utara sepanjang 95 km dengan kebutuhan dana sekitar Rp85,5 miliar.
M. Yamin Panca Setia
Subscribe to Posts [Atom]