Saturday, January 20, 2007

AS Tetap Diwaspadai Dalam Pencarian Adam Air


Jakarta|Jurnal Nasional

PEMERINTAH diminta tetap mewaspadai masuknya Amerika Serikat (AS) dalam membantu Tim SAR (Search and Rexcue) mengungkap misteri hilangnya pesawat Adam Air sejak 1 Januari lalu.

Sejumlah anggota Komisi I DPR khawatir, masuknya tim AS yang dilengkapi peralatan canggih ke kawasan perairan dan darat Indonesia, dapat mendeteksi seluk beluk ’perut’ perairan dan darat Indonesia, termasuk mengetahui kondisi pertahanan laut guna menjaga kepentingan ekonomi AS di kawasan perairan Indonesia.

Anggota Komisi I DPR dari Fraksi Golkar, Happy Bone Zulkarnain mengatakan meski AS berdalih membantu Indonesia dalam proses pencarian pesawat naas itu, namun ada kepentingan lain yang diusung AS. ”Tidak ada makan yang gratis, jadi kalau ada keinginan baik dari AS untuk membantu, namun AS juga ada kepentingan,” ujarnya kemarin.

Menurut dia, masuknya kapal AS bernama USNS Mary Sears yang merupakan kapal survei oceanografi dengan nomor register TAGS 65 yang dijadwalkan hari ini tiba di Makassar, dikhawatir dapat mendeteksi peta perairan Indonesia.

Bone mengatakan, kawasan Indonesia merupakan interland Asia Tenggara, dan Asia pada umumnya sehingga posisi Indonesia sangat strategis. ”Jadi, banyak kepentingan di situ, baik pertahanan, ekonomi, sumberdaya alam Indonesia.”

Karena itu, Bone mengingatkan pihak intelijen Indonesia agar mewaspadai gerak-gerik kapal tersebut. Namun, secara teknis, lanjutnya, Indonesia akan sulit mengawasi karena AS menggunakan teknologi canggih.

Dia juga memperkirakan, sebelum masuknya AS ke wilayah Indonesia, tentu sudah membaca kondisi wilayah Indonesia terlebih dahulu. Bone menyarankan, sebelum AS beroperasi, maka Indonesia perlu menegaskan komitmen kepada negara Paman Sam itu, agar hanya fokus pada misi kemanusiaan, tidak dicampuri kepentingan lain yang dapat merugikan Indonesia.

Indonesia harus dari sekarang sudah ada semacam komitmen untuk menegaskan bahwa AS datang ke Indonesia hanya untuk mencari Adam Air, tidak sambil menyelam minum air,” tandasnya.

Bone lebih sepakat jika AS tidak terlibat dalam pencarian, namun memberikan rekaman data keberadaan pesawat yang terekam Satelit Keyhole milik intelijen AS. Kalau rekamanannya sudah ada, kata dia, maka yang melakukan pelacakan Tim SAR. ”Kalau rekaman tidak diberi, dan AS tetap action di Indonesia, maka harus dicurigai, berarti ada sesuatu.”

Berdasarkan informasi, lanjutnya, keberadaan Adam Air telah terekam satelit Keyhole, sehingga lebih baik AS memberikan rekaman ke Indonesia untuk menjelaskan posisi jatuhnya adam Air, daripada terlibat dalam pencarian.

Secara terpisah, mantan intelijen yang kini menjabat anggota Komisi I DPR Suripto menilai sulit bagi Indonesia mengawasi tim investigator AS karena dilengkapi teknologi yang canggih. Sementara kemampuan radar Indonesia, katanya, sangat terbatas sehingga tidak dapat mendeteksi gerak gerik pihak luar. Politisi dari Fraksi PKS itu mengatakan, karena kedatangan tim AS itu sifatnya tawaran untuk kemanusiaan, maka Indonesia harus tetap terbuka.

”Curiga boleh, tapi apa kita mampu mewaspadai, atau mengamankan atas kewaspadaan itu. Punya tidak kita kapabilitas untuk mendeteksi aktivitas AS di luar tugas kemanusiaan, lalu mendeteksi kapal AS guna mengetahui jika bergerak ke arah yang tidak sesuai dengan tujuan sehinga perlu dicurigai. Itu kan perlu pesawat yang canggih, dan radar yang canggih,” katanya kemarin.

Namun, kata Suripto, idealnya saat AS melakukan evakuasi, harus didampingi awak yang paham teknis dari Indonesia. ”Persoalannya, mau tidak AS didampingi,” katanya.

Suripto juga menyarankan agar lewat jalur diplomasi, komite intelijen Indonesia melobi AS agar dapat mengakses data keberadaan pesawat Adam Air yang terekam dari Satelit Keyhole. Bisa saja AS memberikan data, dalam rangka misi kemanusiaan.

Wakil Ketua Komisi I DPR Bidang Pertahanan dan Hubungan Internasional, Yusron Ihza Mahendra juga menegaskan kerja alat pengintai AS harus tetap berada dalam pengawasan Indonesi sehingga tidak perlu dikhawatirkan. Menurut dia, jika Tim SAR sudah kehabisan cara, pemerintah bisa meminjam satelit Keyhole milik AS guna kepentingan pencarian korban.

Sementara itu, Menteri Luar Negari Hassan Wirayuda mengharapkan bantuan AS untuk mencari pesawat Adam Air yang hilang di kawasan mamuju telah dikirimkan hari ini (kemarin, Red).

Menlu mengatakan minggu malam Menlu AS Condoleezza Rice menelepon dirinya dan menyatakan turut derduka cita atas tenggelamnya transportasi baik KM Senopati maupun hilangya Adam Air.
Selain mengharapkan bantuan teknologi satelit, AS juga diharap membantu menggunakan alat deteksi bawah laut untuk menemukan pesawat Adam Air yang hilang tersebut.
Pemerintah Indonesia tidak hanya memberikan izin tetapi juga memberikan izin diplomatik bagi bekerjanya kapal bantuan AS di Indonesia untuk mencari pesawat yang hilang tersebut.

M. Yamin Panca Setia


Comments: Post a Comment

Subscribe to Post Comments [Atom]





<< Home

This page is powered by Blogger. Isn't yours?

Subscribe to Posts [Atom]